Langsung ke konten utama

Postingan

The End of the F***ing World is the End of My Teenage Life

Hiya. I wanna talk about my all-time favourite series, The End of the F***ing World (2017-2019). I watch this series for like... Seven times, I suppose? When I’m a high schooler, I always go back to this series each time I’m depressed. It feels like a comfort show at some point. A bit fucked up, innit? In case you haven’t watched it yet, The End of the F***ing World tells a story about a rebellious 17 year-old, Alyssa (Jessica Barden) who runs away with a random boy she sees at school, James (Alex Lawther). He’s willing to go out with her because he has the intention to murder her, but they soon develop feelings for each other. Later on, we find out that both of the main characters have trauma issues from their pasts. The point I’m about to write down in this text is that some watchers say Alyssa would be so unlikeable in real life. But I think that’s what happens when you’re a misunderstood teenager. Like she said in the seventh episode of season two, “I don’t know, we were 17.”...
Postingan terbaru

Bulan untuk Harlan

And if I could give you the moon, I would give you the moon Phoebe Bridgers - Moon Song   Harlan dan bulan, dua kata dengan rima yang sama. Harlan menaruh rasa kagum pada bulan. Apa pun tentang bulan selalu ia amati dengan seksama. Setiap bulan menampakkan diri di atas langit, Harlan selalu memotretnya.   Malam di Balkon Kafetaria Malam itu, di balkon kafetaria, angin sepoi-sepoi menyentuh rambut belah tengah Harlan secara lembut. Cuaca saat itu dingin, namun Herlan setia mengenakan kaos oblong putihnya. Aku mendapati Harlan melihat cahaya bulan dengan mata berbinar. Tak pernah Herlan menatapku dengan tatapan yang berbinar seperti itu. “Fibi, sebentar, ya. Sebelum kita meninggalkankan jejak di kafetaria ini, aku ingin mengabadikan momen bulan itu terlebih dahulu,” ucap Harlan. “Sudah berapa banyak foto bulan yang kau simpan di galeri ponselmu?” Tanyaku. “Haha, banyak sekali. Aku memang sesuka itu pada bulan.” “Alasan apa yang membuatmu menyukai bulan?” “K...

Perilisan Man's Best Friend: Ketika Album Galau Dikaitkan Politik yang Kacau

Akhir Agustus lalu, warga Indonesia diributkan oleh kelakuan politisi — terutama politisi pria — yang membuat geleng-geleng kepala. Di waktu yang bersamaan, penyanyi kenamaan Sabrina Carpenter merilis album barunya, Man’s Best Friend . Album itu Carpenter dedikasikan kepada pria yang menyakitinya. Alih-alih mengaitkan dengan isu serupa, warganet malah mengasosiasikan album itu dengan keputusan bodoh yang dibuat oleh politisi pria.   Pembahasan Manchild : Saat Politikus Blunder dibalas Lagu Carpenter Ada dua lagu di album ini yang paling menyeret perhatian warganet, satu di antaranya adalah Manchild . Di lagu itu, ada lirik yang berbunyi, “It’s all just so familiar. Baby, what do you call it? Stupid, or is it slow? Maybe, it’s useless? But there’s a cuter word for it, I know, manchild.” Dilansir dari kamus Cambridge, man-child berarti seorang pria dewasa yang tidak berperilaku tenang, serius, atau bijaksana seperti yang diharapkan dari seseorang seusianya. Dalam lagu itu, Car...

Challengers is humanistically challenging me

People say Challengers is one of those films you’ll regret not seeing in theaters and I confirm that’s true. I regret I didn’t join Challengers summer back in 2024.   First impression I had access to subscribe Prime Video for three days. As I scrolled through the app, Challengers popped up on home page. I added this movie to my watch list because why not? It turned out to be the best decision! Challengers became my favorite movie to watch on this streaming service. All I knew about this movie is 2T: tennis and threesome. I didn’t look up for the crew and cast, but I can tell the cinematography is Call Me by Your Name (2017) vibes. Later, I found out the filmmakers are the same people who worked on that movie, director Luca Guadagnino and cinematographer Sayombhu Mukdeeprom. The screenplay was written by Justin Kuritzkes, who—fun fact—is married to Celine Song, Past Lives (2023) director. I can’t keep my focus on how cute Art was, I didn’t realize the actor was Mike, my Shay...

Tinggal Meninggal — Tingning Memang Sinting!

Doodled Gema. Foto: Twitter @iridescentpetri   Tinggal Meninggal (2025) — disingkat Tingning — berkisah tentang Gema, seorang penyendiri yang tidak akrab dengan teman-teman kantornya. Suatu hari, Gema mendapat kabar bahwa papanya telah meninggal. Kabar tersebut lantas membuat teman-temannya menaruh simpati pada Gema. Gema yang tidak terbiasa menjadi pusat perhatian merasa senang karenanya. Lambat laun, atensi yang Gema dapatkan mulai berkurang. Ia pun mencari cara, siapa lagi kah yang harus meninggal agar ia kembali diperhatikan oleh teman-temannya?   Komentar untuk Tingning Saya tertarik menonton film ini karena premis serta trailer -nya yang menjanjikan. Begitu menontonnya, saya dapat mengatakan bahwa Tingning adalah film debut yang decent . Kristo Immanuel sungguh menyutradarai film ini dengan penuh persiapan. Mulai dari naskah rapi yang ia tulis bersama istrinya ( Jessica Tjiu), visual filmnya yang colorful , hingga susunan pemainnya yang menawan. Komedi yang...