Langsung ke konten utama

Postingan

Analisis Teori Habitus dalam Novel Normal People Karya Sally Rooney Berdasarkan Filsafat Sosial Pierre Bourdieu

Teori Habitus dan Arena Pierre Bourdieu Pierre Bourdieu lahir di Perancis pada tahun 1930. Latar belakangnya dari keluarga kelas menengah ke bawah, diikuti dengan keberhasilannya menembus lingkungan perguruan tinggi elit borjuis, menciptakan perubahan habitus dan arena yang mencolok. Transformasi sosial ini mempengaruhi karya-karyanya dan menjadikannya seorang sosiolog kultural, etnolog, antropolog, serta filsuf yang sangat diperhitungkan ( Mustikasari, M., Arlin, A., & Kamaruddin, S. A., 2023: 10 ). Pierre Bourdieu (w. 2002) banyak mendiskusikan tentang kelas sosial dalam karya-karyanya. Kelas sosial adalah kategori analitik fundamental dalam sebagian besar penelitian Bourdieu, sedemikian rupa sehingga ia secara rutin dimasukkan dalam daftar ahli teori kelas kontemporer terkemuka (Weininger, E. B., 2002: 116). Saya mendapatkan penjelasan mengenai kelas sosial Bourdieu dari Fahruddin Faiz, dosen Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia berkata bahwa Bourdie...
Postingan terbaru

Sinners — Film yang Menghibur Tanpa Kritik yang Mengabur

Sinners (2025) mencetak sejarah sebagai film dengan nominasi Oscar terbanyak sepanjang masa. Pada ajang Academy Awards 2026, film ini berlaga pada 16 nominasi, satu di antaranya adalah nominasi Best Picture. Berlatar belakang di Mississippi pada tahun 1932, Sinners mengisahkan tentang saudara kembar bernama Smoke dan Stack (keduanya diperankan oleh Michael B. Jordan) yang hendak membangun Juke Joint, yaitu klub hiburan malam khusus kulit hitam. Semula, malam pembuka Juke Joint mereka berjalan lancar. Namun seketika, malam itu berubah menjadi tragedi yang memengaruhi hidup semua yang ada di dalamnya.   Pengenalan Karakter Pengenalan karakter di film ini terbilang cukup lama. Sejak awal hingga pertengahan film, benak saya bertanya, mengapa konfliknya masih abstrak? Di manakah adegan horor yang dijanjikan oleh genre film ini? Dua pertanyaan tersebut terjawab selepas saya menontonnya. Saya menyadari bahwa durasi yang cukup lama memang dibutuhkan untuk membangun penokoha...

The End of the F***ing World is the End of My Teenage Life

Hiya. I wanna talk about my all-time favourite series, The End of the F***ing World (2017-2019). I watch this series for like... Seven times, I suppose? When I’m a high schooler, I always go back to this series each time I’m depressed. It feels like a comfort show at some point. A bit fucked up, innit? In case you haven’t watched it yet, The End of the F***ing World tells a story about a rebellious 17 year-old, Alyssa (Jessica Barden) who runs away with a random boy she sees at school, James (Alex Lawther). He’s willing to go out with her because he has the intention to murder her, but they soon develop feelings for each other. Later on, we find out that both of the main characters have trauma issues from their pasts. The point I’m about to write down in this text is that some watchers say Alyssa would be so unlikeable in real life. But I think that’s what happens when you’re a misunderstood teenager. Like she said in the seventh episode of season two, “I don’t know, we were 17.”...

Bulan untuk Harlan

And if I could give you the moon, I would give you the moon Phoebe Bridgers - Moon Song   Harlan dan bulan, dua kata dengan rima yang sama. Harlan menaruh rasa kagum pada bulan. Apa pun tentang bulan selalu ia amati dengan seksama. Setiap bulan menampakkan diri di atas langit, Harlan selalu memotretnya.   Malam di Balkon Kafetaria Malam itu, di balkon kafetaria, angin sepoi-sepoi menyentuh rambut belah tengah Harlan secara lembut. Cuaca saat itu dingin, namun Herlan setia mengenakan kaos oblong putihnya. Aku mendapati Harlan melihat cahaya bulan dengan mata berbinar. Tak pernah Herlan menatapku dengan tatapan yang berbinar seperti itu. “Fibi, sebentar, ya. Sebelum kita meninggalkankan jejak di kafetaria ini, aku ingin mengabadikan momen bulan itu terlebih dahulu,” ucap Harlan. “Sudah berapa banyak foto bulan yang kau simpan di galeri ponselmu?” Tanyaku. “Haha, banyak sekali. Aku memang sesuka itu pada bulan.” “Alasan apa yang membuatmu menyukai bulan?” “K...