30 Juni 2026. Aku bergelut
dengan UAS sialan itu, dan masih ada kertas UAS lain yang menumpuk di mejaku.
Sembari mendengar tembang This Time Last Year yang dialunkan oleh Rina Sawayama,
tiba-tiba aku teringat sesuatu yang menghentikanku dari pengerjaan UAS. Ya, aku
memang disibukkan dengan UAS pertengahan tahun ini. Tetapi setidaknya, kegiatan
ini menghindariku dari keinginan untuk bunuh diri. Aku pun terbawa pada apa
yang terjadi pada pertengahan tahun lalu.
18 Juli
2025. "Kamulah pilot yang melihat pesawat lain sudah terbang ke negara
lain. 'Hebat, ya, pesawat dia sudah ada di Jepang. Eh, pesawat itu sudah di
Jerman,' sedangkan pesawatmu? Stuck,
lepas landas pun belum," ucap psikolog yang menanganiku, Kak Kori. Tiada
analogi yang tepat menggambarkanku selain itu, karena membandingkan diri dengan
yang lain adalah penyakit yang pernah menggerogoti tubuhku.
"I'm too busy thinking people hate me without
realizing that I'm my number one hater!" Seruku, dibalas dengan anggukan Kak Kori yang tampak
mengerti bahwa pasiennya telah menemukan kalimat kunci yang dulu hilang dari
kamusnya. I spend my time thinking they
would hate my detail when I give myself the biggest fuck.
Hampir
setahun semenjak sesi terapi selama dua jam itu, ada satu perubahan signifikan
yang terjadi. Untuk kali pertama dalam hidupku... Aku tidak ingin mati.
Aku tetap hidup, melepaskan rantai putus asa yang sesaat membelenggu leherku.
Aku masih hidup, memberitahu yang terkasih bahwa rasa sayangku tidak dibuktikan
dengan kalimat "aku rela mati untukmu" tidak! Aku akan hidup untukku, untukmu, untuk
kita. People say they would die for their love,
but would they live because of love?
Nyaris
setahun sejak percakapanku dengan Kak Kori tentang perbandingan dan kebencian,
terkadang dua hal itu masih menggema di dalam guaku, tetapi setidaknya suara
gema itu makin sunyi dan tidak selantang dulu. Sebab untuk pertama kalinya,
kehidupan lebih menggiurkanku daripada kematian. Dan sekarang, saatnya aku
kembali ke kenyataan, masih ada dua UAS yang belum selesai aku kerjakan.

Komentar
Posting Komentar